
Giribangun Indonesia Maju (GIM) yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Teguh Haryono, S.H., M.Si dan Wakil Sekretaris Jenderal R. Daromez Setiar Budi, S.P., melakukan pertemuan dengan BENGLAP IV/4-1 Surakarta yang diwakili oleh Komandan Mayor Madulhadi dalam rangka membahas kerja sama pemanfaatan lahan untuk budidaya cabai sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut diawali dengan pemaparan dari Teguh Haryono mengenai profil organisasi Giribangun Indonesia Maju, mulai dari sejarah berdirinya, visi dan misi organisasi, hingga berbagai program yang telah dilaksanakan.
Teguh Haryono menjelaskan bahwa GIM yang berkantor di kawasan Monumen Ibu Tien Soeharto selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan di bidang sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan keagamaan. Di antaranya adalah penyelenggaraan pengajian dan Haul Presiden RI ke-2 Soeharto bersama Ibu Tien Soeharto yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Dalam pertemuan tersebut disepakati rencana kerja sama antara GIM dan BENGLAP IV/4-1 Surakarta berupa pemanfaatan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi kawasan budidaya cabai produktif.
Komandan BENGLAP IV/4-1 Surakarta, Mayor Madulhadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif kerja sama dari GIM. Menurutnya, program tersebut sangat sejalan dengan semangat kemitraan antara TNI dan masyarakat sekaligus mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Mayor Madulhadi menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dengan menyediakan lahan serta tenaga pendukung sehingga dapat segera direalisasikan dan menjadi percontohan bagi institusi maupun masyarakat.
Sementara itu, R. Daromez Setiar Budi, S.P., yang akan bertindak sebagai tenaga ahli dan pendamping teknis proyek, menjelaskan bahwa budidaya cabai akan menggunakan media tanam berupa galon air mineral bekas. Metode ini dinilai lebih hemat biaya, efisien dalam penggunaan lahan, serta mudah diterapkan sebagai model pertanian perkotaan yang produktif.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan peninjauan dan pengukuran lokasi yang akan dijadikan pilot project. Sebagai tahap awal akan ditanam 5.000 pohon cabai. Apabila pelaksanaan berjalan sesuai rencana, tanaman diproyeksikan mulai memasuki masa panen sekitar tiga bulan setelah penanaman.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas lahan yang belum termanfaatkan, serta menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi kemasyarakatan dan institusi TNI dalam membangun kemandirian pangan di Indonesia. (MEZ)
